Dosen Pendidikan Geografi UNG, Berbicara Tentang Kapolri dan Bahari di Media

Oleh: Hendra . 20 Januari 2021 . 19:34:30

GORONTALO - Daud Yusuf, Dosen pendidikan geografi UNG menyoroti pergantian Kapolri baru. Dalam tulisannya yang dimuat media online gorontalo.kabarpublik.id mengungkapkan, bahwa tugas Kapolri baru kedepan akan banyak menghadapi tantangan berat, bukan hanya tentang wabah Covid-19, tetapi banyak pekerjaan rumah lainnya yang mesti dibenahi. Salah satu permasalahan yang di sikapi oleh Dosen UNG ini adalah peran Kapolri nantinya dalam memerangi kejahatan maritim.

Kejahatan maritim harus melibatkan peran penting Kapolri. Salah satu kejahatan maritim yang di waspadai ialah illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF). Setiap tahun pasti ada saja kapal ikan asing mencuri ikan di perairan Indonesia.  Lanjut Dosen yang tulisan-tulisannya konsen dalam dunia kelautan dan perikanan ini, “saya berharap dari Kapolri baru, dapat menemukan kebijakan yang solutif dalam menumpas kejahatan maritim di perairan Indonesia”

Selain membahas peran aktif Kapolri nantinya, karakteristik bahari yang di usung oleh pendiri bangsa juga disentilnya. Setiap oknum terutama para pemuda harus memahami karakteristik bahari, sebagai tanda bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah maritim yang sangat disegani dan kaya akan sumber daya. Bukan hanya itu, dia juga berharap agar pemuda tidak lepas tangan dalam membangun bangsa ini. Dengan demikian generasi bangsa ini di masa mendatang, utamanya generasi milineal tidak terjebak dalam sekat-sekat primordialisme, lanjut Dosen geografi UNG ini memaparkan.[]

Agenda